.quickedit { display:none; }

Resensi Buku Bumi


Judul: Bumi
Penulis: Tere Liye
Tebal: 440
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
ISBN: 9786020301129


Buku ini merupakan buku kedua karangan Tere Liye yang saya miliki. Sebelumnya saya punya buku berjuta rasanya. Namun buku berjudul bumi ini merupakan buku pertama Tere Liye yang selesai saya baca. Hal itu tak lepas dari isi buku yang sangat seru. Melihat sinopsisnya saja sudah membuat penasaran.

Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang

  Satu kalimat pendek tersebut sudah cukup untuk menggerakkan keinginan saya membaca buku ini. Tokoh utama dalam buku ini adalah Raib, seorang perempuan berusia 15 tahun. Sejak kecil ia menyadari bahwa ia memiliki kemampuan menghilang. Ya..... menghilang dalam arti sebenarnya. Ia cukup menutup muka dengan kedua telapak tangannya dan ia akan menghilang. Keunikan lain adalah sejak kecil Raib merasa memiliki dua kucing peliharaan, si Hitam dan si Putih. Namun Orang tuanya tidak menyadari kemampuan menghilang Raib dan keberadaan si hitam tersebut. Mereka tidak menganggap serius hal tersebut. Kemampuan unik tersebut menyebabkan Raib mulai mendapat teror dari sosok tinggi kurus yang muncul dari cermin di kamar Raib. Ia meminta Raib berlatih menghilangkan benda-benda. Ternyata sosok tinggi kurus tersebut yang mengirim kucing "Si Hitam" untuk mengawasi Raib sejak kecil.

Perlahan ada orang yang mengetahui kemampuan Raib. Orang pertama yang tahu adalah Ali, teman SMA Raib. Ali pernah melihat Raib menghilang.  Raib juga memiliki sahabat bernama Seli yang ternyata juga memiliki kemampuan unik.

Raib, Seli, dan Ali memulai petualangannya ketika di sekolah terjadi insiden meledaknya trafo gardu listrik dan robohnya tiang listrik. Kabel-kabel listrik jatuh di badan Seli dan tiang listrik akan menimpa Seli dan Raib. Namun tak disangka Seli justru menangkap kabel listrik itu dan melemparnya. Ia tidak kesakitan. Raib juga menunjukkan kemampuannya dengan berteriak "menghilanglah!", dan tiang listrik tersebut hilang. Setelah kejadian itu mereka bertiga tidak ingin dilihat banyak orang, maka mereka bersembunyi di dalam aula sekolah.

Namun di aula itu muncul lubang hitam dan datanglah sosok tinggi kurus yang bernama Tamus bersama 8 orang. Tamus mengajak Raib untuk ikut bersamanya ke dunia klan Bulan. Tamus adalah sosok jahat yang ingin memanfaatkan Raib untuk membantunya menguasai empat dunia. Raib tidak mau mengikuti Tamus. Maka terjadilah perkelahian diantara mereka. Raib, Seli, dan Ali tidak mampu menandingi kekuatan Tamus dan pasukannya. Namun tak disangka Miss Selena, guru matematika mereka, muncul dan melawannya. Miss Selena ternyata berasal dunia "lain" yaitu klan Matahari yang juga punya kekuatan unik.   


Lewat lubang hitam yang muncul Raib, Seli, dan Ali berhasil kabur. Lubang tersebut menghubungkan ke kamar Raib. Di kamar Raib, Mereka berusaha memecahkan teka teki yang diberikan Miss Selena terkait buku PR yang pernah diberikan Miss Selena kepada Raib. Buku itu kini bersampul kulit berwarna gelap dengan gambar bulan sabit cetak timbul. Saat Raib menyentuh buku itu, muncul sinar dari bulan sabit dan menjalar ke tubuh Raib. Cahaya itu semakin terang dan tiba-tiba saja mereka sudah berada di ruangan berbeda. Mereka berada di salah satu rumah keluarga Dunia Klan Bulan.

Klan Bulan merupakan dunia dengan peradaban yang jauh lebih maju.  Namun bukan berarti manusia klan bulan hidup di bulan. Klan Bulan merupakan salah satu sisi lain kehidupan di Bumi. Sebagian besar kehidupan klan Bulan dibangun di bawah tanah agar lingkungan di atas permukaan tanah tetap terjaga.
Di dunia klan Bulan Raib, Seli, dan Ali tidak hidup tenang-tenang saja. Tamus belum berhenti masih mengejar Raib. Jadi masih ada petualangan dan pertempuran yang lebih hebat dibanding kejadian di Aula Sekolah.

Ya ternyata buku ini menyuguhkan cerita bergenre fantasi. Saya sebagai pembaca merasakan betapa serunya berimajinasi berdasarkan deskripsi yang disajikan Tere Liye entah saat Raib dan kawan-kawan bertempur atau saat Raib menjelajahi majunya Klan Bulan. Tere Liye juga sering mengakhiri bab cerita dengan akhir yang menggantung, sehingga pembaca akan dibuat penasaran dan ingin melanjutkan membaca cerita bab selanjutnya, sehingga pembaca akan jarang menemukan titik jenuh saat membaca buku ini. Ketika saya sejenak berhenti membaca buku ini (karena mata sudah lelah hehe), saya pun juga ingin sekali melanjutkan membacanya lagi.

Saya jadi penasaran seandainya buku ini difilmkan dengan teknologi Hollywood akan seperti apa jadinya. Pasti akan keren.

1 komentar:

Semoga bener-bener di filmkan. Btw, lumayanlah tulisannya. Ntap!

Reply

Post a Comment