.quickedit { display:none; }

Review Novel Faith and The City



Judul: Faith and The City
Penulis: 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Desember 2015
Tebal: 227 halaman
ISBN: 9786020324333


Buku ini cukup dekat dengan kehidupan modern sekarang ini. Orang-orang yang tak pernah puas. Keputusan memilih antara kesenangan duniawi atau kebahagiaan yang hakiki.

Sepasang suami-istri, Rangga dan Hanum, juga harus memutuskan kepentingan siapa yang didahulukan. Rangga harus segera menyelesaikan S3-nya di Austria. Hanum ingin meraih kesempatan emas menjadi wartawan kelas dunia dengan bergabung ke salah satu stasiun TV di New York yang dipimpin idolanya, Andy Cooper.

Diputuskanlah mereka tinggal sementara di New York. Kisah selama di New York itu berhasil mengaduk-aduk emosi saya. Bagaimana merananya Rangga ditinggal Hanum bekerja. Pergumulan yang dialami Hanum ketika ia dituntut Andy, yang tak berperikemanusiaan, untuk "mengeksploitasi" privasi narasumbernya.

Saya bisa merasakan bagaimana Rangga harus bergumul dengan rasa kesal, namun disisi lain dia harus sabar dan mengalah kepada Hanum. Namun Pembaca akan ditunjukkan bahwa kesabaran dan keikhlasan Rangga itu akan menghasilkan sesuatu yang manis.

Lebih jauh lagi, sikap Rangga itu menunjukkan bahwa suatu hubungan yang sedang mengalami masalah, akan mampu bertahan jika salah satu dari mereka bersedia sabar dan mengalah.

Dunia broadcasting yang menjadi latar suasana buku ini juga memberikan pengalaman baru bagi saya dalam membaca sebuah novel. Sehingga menambah daya tarik saya untuk segera "menghabiskan" buku ini.

Pada intinya, buku ini akan membukakan pikiran kita bahwa status, jabatan, dan harta tidak selalu berhasil membawa seseorang pada kebahagiaan. Justru kebahagiaan hakiki ada pada kebersamaan dan ketentraman hati, meskipun dibalut kesederhanaan.

Post a Comment