.quickedit { display:none; }

Resensi: Mimpi Sejuta Dolar


Judul: Mimpi Sejuta Dolar
Penulis: Alberthiene Endah
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 362 halaman
Tahun Terbit:  2011

Setelah tahun berganti tahun, akhirnya selesai juga saya membaca buku ini. Pasti udah pada tahu ya buku ini. Ya memang sayanya saja yang (super) telat selesaiin baca buku ini. Maka saya tidak banyak memberi rangkuman cerita tapi lebih banyak memberi tanggapan pada fase-fase kehidupan Merry Riana.

Mimpi Sejuta Dolar mengisahkan perjuangan hidup Merry Riana dari awal kuliah hingga sukses menjadi pengusaha muda seperti yang dikenal sekarang. Buku ini ditulis Alberthiene Endah. Namun karena menggunakan POV orang pertama, rasanya seperti Merry Riana sendiri yang menulisnya. Menurut saya ada tiga bagian utama dalam kisah ini yaitu perjuangan saat masa kuliah di Singapura, perjuangan saat merintis karir, dan pekerjaan yang dilakukan saat mencapai masa sukses.

Perjuangan hidupnya yang paling menyentuh bagi saya adalah saat ia merintis karir. Sama seperti teman-teman Merry Riana yang lain, saya juga nggak habis pikir ia memilih berwirausaha dari nol untuk mewujudkan mimpinya sebagai pengusaha sukses. Saya kira ia akan bekerja sebagai karyawan perusahaan, mengumpulkan modal, baru setelah itu berwirausaha. Ternyata ia mengambil jalan yang ekstrem, yaitu bekerja sebagai sales. Bayangkan saja, lulusan terbaik kedua Terknik Elektro Nanyang Technology Univerisity, bekerja sebagai sales. Walau begitu Merry mantab terhadap pilihannya tersebut.

Ini titik inspirasi yang bisa diambil pembaca. Berani bermimpi dan berani memilih jalan untuk mewujudkannya walaupun jalan tersebut tidak populer. Keberanian tersebut muncul karena adanya keyakinan kuat bahwa mimpi itu pasti akan berhasil dicapai. Keyakinan bisa timbul jika sudah menemukan pasion.  Jadi mimpi bukan sekedar mimpi tapi tahu juga cara mewujudkannya dan memang didasari oleh minat yang tinggi.

 Saat mengawali karir sebagai sales tersebut, Merry Riana menggambarkan dengan jelas kerja keras yang ia lakukan. Saya tak bisa membayangkan betapa berat dan lelahnya Merry bekerja belasan jam hingga lewat tengah malam dan itu dilakukan setiap hari.

Ada dua nilai yang dapat dipetik. Pertama tentang kerja keras. Tentu kita sering mendengar bahwa jika ingin sukses maka harus berjuang, dan bekerja keras. Namun ukuran kerja keras ini masih relatif. Dari kisah kerja keras Merry tersebut, saya berpikir untuk mengukur diri, apakah sudah bekerja sekeras Merry Riana. Setidaknya itu untuk memotivasi saya agar tidak malas mengerjakan tugas-tugas pekerjaan. Hasilnya saya suka bergumam, "Kesusahan/pekerjaan lu nggak ada apa-apanya bri dibanding Merry Riana. Inget tuh berapa jam sehari dia kerjanya. Lu cuma negerjain gitu doang masa males".  

Nilai kedua adalah konsisten. Merry konsisten menjalani pekerjaannya setiap hari walaupun terasa sangat berat. Konsisten dapat diraih jika ada rasa pantang menyerah dan disiplin. Merry Riana melakukan dua hal itu dalam pekerjaannya.

Ketika sudah mencapai kemapanan, Merry merasa jenuh menjalani rutinitas yang tanpa tantangan. Karena dimasa sebelumnya ia sudah biasa berhadapan dengan tantangan, kesulitan, dan perjuangan. Ia ingin berbuat sesuatu lagi yang positif, kali ini untuk orang lain. Apa lagi terobosan yang dilakukan Merry Riana tersebut ? Pembaca bisa menemukannya menjelang akhir buku ini.
Dari situ, lagi-lagi keteladanan dapat dipetik yaitu selalu mengembangkan diri dan tidak hanya puas pada satu titik tertentu. 

Pada akhirnya, membaca buku ini membuat pembaca seperti mendapat asupan energi dan semangat untuk berani menghadapi kesulitan dan tantangan yang ada dalam kehidupan, hingga akhirnya mampu melewatinya dan mencapai mimpi yang ingin diwujudkan


Post a Comment