.quickedit { display:none; }

Resensi Buku Berjuta Rasanya

Judul: Berjuta Rasanya
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Mahaka
Tebal: 205 halaman
Tahun Terbit: 2012


Ini merupakan buku Tere Liye pertama yang saya miliki. Saya mendapatkannya juga karena kebetulan dikasih sebagai hadiah saat pelatihan menulis. Awalnya saya bener-bener nggak tahu tentang buku ini, jadi saya sempat diemin aja, nggak dibaca. 

Ketika minat membeli dan membaca buku mulai muncul lagi. Akhirnya saya paksakan membaca buku ini. Ternyata isinya cukup menarik. Buku ini berisi kumpulan 15 cerpen tentang cinta.

Kesan saya terhadap cerpen-cerpen tersebut beragam. Ada yang biasa aja, ada yang menarik, ada yang membingungkan (Entah... mungkin memang kemampuan nalar saya yang kurang nyampe hehe), Ada juga yang "jleb" banget bagi saya hehe...

Cerpen berjudul Cintanometer termasuk salah satu yang menarik. Cerpen ini bernuansa fantasi. Cintanometer merupakan sebuah alat pendeteksi cinta. Dengan alat ini kita bisa mengetahui apakah sang target pasangan juga cinta atau tidak kepada kitaa. Menarik bukan ? Tapi alat ini juga mendatangkan masalah dikemudian hari. Hingga akhirnya orang-orang lupa merasakan seperti apa perasaan cinta yang sesungguhnya. Cerpen ini masih berlanjut ke cerpen lainnya yang berjudul Love Ver 7.0 & Married Ver 9.0.


Kemudian satu cerpen yang membingungkan adalah yang berjudul kotak-kotak kehidupan Andrei. Dikisahkan, sepanjang hidupnya Andrei tidak boleh membuka sebuah kotak yang ada di rumahnya oleh ibunya. Hal itu justru membuat Andrei dan pembaca juga penasaran apa isi kotak tersebut. Namun akhir ceritanya menggantung. Tidak disebutkan apa isi kotak itu. Mungkin inti dari cerpen ini bukan tentang isi kotaknya tapi ada makna lain yang ingin disampaikan dari cerpen ini. Tapi saya tetep bingung dan belum nyampe ke rasional saya mengenai makna yang ingin disampaikan tersebut hehe

Cerpen terakhir di buku ini adalah cerpen yang "jleb" bagi saya, berjudul antara kau dan aku. Cerpen ini bercerita tentang seorang pemuda dan wanita yang merupakan teman satu kantor. Sang wanita sudah mengeluarkan beraneka "kode" untuk pemuda itu. Tapi bodohnya pemuda itu justru tidak menanggapi dengan baik kode tersebut. Padahal pemuda itu juga suka terhadap sang wanita. Entah... mungkin pemuda itu terlalu malu. Akhirnya hanya penyesalan yang selalu menghampiri si pemuda itu.  

Poin menarik dari buku ini adalah penggunaan setting latar yang beragam sehingga ada hal baru yang ditawarkan bagi pembaca disetiap cerpen. Selain itu juga selalu ada makna yang terkandung dibalik setiap cerpen. Itu juga bisa menjadi bahan refleksi terhadap kehidupan asmara para pembaca buku ini.

Post a Comment